Selasa, Mei 09, 2006

Virus SymbOS/Commwarior

Mengubah Honda Jazz jadi Toyota Fortuner

Kalau handphone anda di ibaratkan mobil Honda Jazz, dan anda ditantang untuk mengubahnya menjadi Totoya Fortuner dalam sekejap, caranya mudah, anda tidak usah mencari Sangkuriang. Infeksikan HP anda dengan virus Commwarrior, niscaya HP anda yang tadinya sehemat Honda Jazz akan langsung rontok pulsanya karena ulah Commwarrior yang menginfeksi HP anda mengirimkan MMS ke seluruh kontak yang ditemukan dalam HP tersebut. Selain itu anda juga mendapatkan "bonus" baterai HP menjadi boros karena Bluetooth HP akan dipaksa terus menerus mengirimkan Commwarrior ke HP lain di sekitar yang memiliki koneksi Bluetooth.

Virus Handphone ? Hare gene sudah ada virus Handphone ? Kalau anda tidak percaya, silahkan nyalakan koneksi Bluetooth HP anda dan kunjungi ruang publik seperti food court, shopping mall, restoran atau sekolah maka anda akan mendapatkan "salam tempel" kiriman file bervirus. Hal ini sudah dirasakan langsung oleh Vaksincom di beberapa tempat di
Jakarta (food court Mal Ambassador, Plasa Indonesia, Bakmi Gang Kelinci K.H. Wahid Hasyim dan food court Plasa Semanggi), selain itu di salah satu hotel dan restoran favorit di Bandung The Valley Vaksincom juga mendapatkan berondongan kiriman virus Bluetooth ini. Laporan dari perwakilan Vaksincom di Pontianak juga mengkonfirmasikan adanya virus ini yang selain menyebar melalui Bluetooth
ternyata juga menyebar melalui MMS.


Commwarrior

Virus yang disinyalir menyebar di
Indonesia dengan cukup merata tadi ternyata adalah Commwarrior varian awal. Pada saat ini sebenarnya Commwarrior sudah mencapai varian ke lima (Commwarrior.E) dan beberapa trojan dropper Commwarrior dengan nama Doomboot. Perbedaan antara varian Commwarrior terkadang sangat sedikit, sebagai gambaran Comwarrior.A dengan
Commwarrior.B hanya dibedakan oleh ukuran filenya. Sedangkan varian anyar Commwarrior ternyata sudah ditingkatkan kemampuannya sehingga selain menyebarkan dirinya melalui Bluetooth dan MMS, ia memiliki kemampuan tambahan menginfeksi MMC (Multimedia Card). Vaksincom juga mendapatkan banyak laporan bahwa virus lokal yang sangat populer di Indonesia Rontokbro juga memiliki kemampuan ini dan pada beberapa kasus menyebabkan masalah pada peralatan elektronik seperti kamera digital karena memory utama MMC yang seharusnya digunakan oleh program kamera tersebut ditempati oleh Rontokbro
sehingga secara tidak langsung menyebabkan masalah pada peralatan elektronik tersebut. Namun mengharapkan Rontokbro berjalan pada handphone pada saat ini ibaratnya mengharapkan ikan berjalan di taman karena saat ini belum ada virus yang dapat menginfeksi Symbian dan Windows secara bersamaan.


Aksi relatif sederhana

Dibandingkan dengan virus windows, sebenarnya Commwarrior masih relatif sederhana dan belum melakukan rekayasa sehebat tetangganya di OS Windows seperti melakukan hidden file, blok akses ke proses virus atau melakukan restart handphone jika kita mencoba membersihkannya. Dari percobaan yang dilakukan Vaksincom, Commwarrior "pasrah" saja ketika dicoba
remove baik menggunakan Tools CalvinStinger ataupun Symantec Removal Tools. Lain dengan Rontokbro super rese, di"colek" sedikit langsung restart. Tetapi untuk ukuran virus handphone Comwarrior termasuk canggih karena memiliki kemampuan mengirimkan dirinya baik melalui Bluetooth, MMS dan MMC Card dan Commwarrior secara de facto merupakan virus handphone yang paling sukses penyebarannya di Indonesia (dan di dunia) sampai hari ini.


Vendor yang dikejar omzet + Pengguna Gaptek mempercepat penyebaran virus

Apa sebenarnya yang menyebabkan "jagad" seluler yang selama ini tenang tenteram dari virus menjadi ternoda karena munculnya virus baru ? Penyebab kekacauan ini bukan Siluman Kera (Sun Go Kong) yang mengacau Kerajaan Langit, tetapi karena kepentingan vendor seluler yang dikejar omzet di tambah ulah pengguna gaptek yang sulit menolak hal baru / gratisan sehingga kalau di tawarkan pilihan pasti mengklik tombol [Yes] atau [Agree] dan pantang mengklik [No] karena takut rugi, padahal yang ditawarkan adalah kiriman virus. Seperti kita ketahui pembuat alat elektronik dan IT setiap tahun dituntut untuk menjual lebih dari sebelumnya, pada awalnya hal ini sangat mudah tercapai karena penetrasi pasar masih rendah, tetapi makin lama
hal ini akan makin sulit karena satu individu (umumnya) memiliki satu mulut dan dua telinga sehingga idealnya hanya membutuhkan satu handphone dan tidak menghabiskan uang untuk membeli banyak handphone tanpa alasan yang kuat. Karena itu vendor harus memberikan dorongan yang kuat bagi pemilik handphone untuk mengganti handphonenya dengan yang baru. Utamanya adalah teknologi baru, model HP baru yang seramping Paris Hilton atau semontok Jessica Simpson. Nah, Bluetooth, MMS dan MMC merupakan teknologi baru yang ditawarkan pada para pengguna seluler, yang tadinya merasa cukup dengan SMS mulai timbang2 kalau bisa kirim foto melalui handphone keren juga yah. padahal kalau sudah beli mungkin setahun belum tentu kirim MMS sekali, wong orang lain handphonenya layarnya masih "Black or White" kok dikirimi MMS yang full color. Handphone yang tadinya terkoneksi ke perangkat lain seperti handsfree atau komputer menggunakan kabel diganti dengan nirkabel supaya lebih praktis (walaupun untuk kepraktisan itu nantinya harus membeli handsfree bluetooth yang harganya cukup untuk beli satu handphone lagi)
tetapi begitulah industri yang sudah berjalan. Belajar dari dunia komputer, syarat utama penyebaran virus di dunia seluler adalah :

1.. Piranti dapat di program oleh pihak ketiga dengan mudah.
Pengguna handphone jaman kuda (G1 dan G2) mungkin lebih khawatir terhadap copet daripada virus karena pemrograman HPnya masih simple dan terbatas sehingga secara teknis pemrograman dan koneksi terbatas sehingga tidak memungkinkan ada virus. Berbeda dengan handphone generasi terakhir yang memiliki kemampuan makin lama makin mendekati komputer dan mudah diprogram oleh pihak ke tiga sesuai dengan tuntutan industri.
2.. Tersedianya media penyebaran. Belajar dari pengalaman di dunia
komputer penyebaran virus meroket sejak adanya jaringan, baik intranet maupun internet di tahun 1990-an. Untuk jagad seluler, hal ini terjadi sejak Bluetooth dimasukkan sebagai salah satu fitur wajib bagi handphone mid range sehingga menghubungkan banyak handphone sekalipun pemiliknya saling tidak mengenal. Asalkan berdekatan secara fisik sudah cukup untuk melakukan hubungan Bluetooth. Layaknya hubungan seks bebas, virus handphone menemukan momentum yang tepat untuk menyebar, terutama melalui Bluetooth. Meskipun belum disertai rekayasa sosial yang sangat canggih karena Bluetooth untuk sementara orang masih relatif baru namun ternyata Commwarrior dapat memanfaatkan ketidaktahuan korbannya yang rata-rata ponselnya masih dalam settingan default untuk menyebarkan dirinya.

Disinfeksi

Kalau anda sudah terinfeksi Commwarrior, cara paling mudah untuk membersihkannya adalah menggunakan Tools removal dengan nama CalvinStinger (Free). Silahkan Download tools yang sesuai dengan HP anda dari http://www.symbian-freak.com/news/006/04/calvin_stinger.htm. Tools ini dapat membasmi Blackfont, Commwarrior, Cabir, Doomboot, Fontal, Locknut, Mabir, Lasco. PbSender dan Sendtool. Download file tersebut ke dalam komputer anda, lalu unzip dan instal file .sis ke dalam ponsel anda.

Bila anda belum memiliki akses ke komputer, anda dapat menggunakan fasilitas transfer file antar handphone dari infrared maupun bluetooth dari ponsel lain yang sudah memiliki file removal ini.

Info dari :

Alfons Tanujaya
Antivirus Specialist, Vaksin.com

Tidak ada komentar: